Minggu, 27 Desember 2015

MESIN BUBUT

          Prinsip kerja mesin bubut adalah benda kerja yang berputar, sedangkan pisau bubut bergerak memanjang dan melintang. Dari kerja ini dihasilkan sayatan dan benda kerja yang umumnya simetris.
            Pekerjaan-pekerjaan yang umumnya dikerjakan oleh mesin bubut antara lain:
            1. Membubut luar                                4. Membubut permukaan
2. Membubut dalam                            5. Memotong
3. Membubut tirus                               6. Membuat ulir

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnyk7D_BFCZ5hkLoTnmM7-sJvSJv8Gln9qhRaOyqEVMIfPesfReedGdpiyDJxjrspv5ZulXEfujTRRKOR4YFiZwPwW91n2brN4eDpYhyxh5lKKTVxdtF2tIJORn-P4xgQkIybROqEU-co5/s320/mesin+bubut.jpgPada gambar 1 dapat dilihat bentuk-bentuk benda kerja yang dibuat oleh mesin bubut tersebut. Meskipun ada juga kemampuan-kemampuan lain yang dapat dikerjakan oleh mesin tersebut.

Gambar 1.1 Hasil-hasil dari pembubutan




ian-bagian Mesin Bubut
Bagian-bagian mesin bubut yang umum diketahui antara lain :
a. Kepala tetap (head stoke)    f. Ulir pembawa (lad screw)
b. Spindel (spindle)                  g. Poros penjalan {feed rod)
c. Eretan (carriage)                  h. Tempat pahat (toolpost)
d .Kepala lepas (tail stoke)       i. Alas puvar (swivel base)
e. Alas (bed)                             j. Lemari roda gigi (gear box)
Gambar 1.2 Mesin Bubut

Ukuran Mesin Bubut
Ukuran mesin bubut di tentukan oleh : Panjang jarak kedua senterya dalam inchi Tinggi di ukur ujung senternya terhadap alasnya.
Pasang atau stel kedudukan pahat bubut agar posisi ujung potong pahat tepat pada titik senter dari kepala lepas. Untuk mengatur posisi tersebut dapat menggunakan ganjal plat tipis atau dengan menggunakan tempat pahat model perahu (American toolpost). Kemudian lanjutkan membubut benda kerja sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.



Membubut Tirus
       Untuk   membuat   tirus   luar   maupun   dalam   caranya   sama   yaitu
dengan menggunakan cara-cara sebagai berikut :
Ø Menggunakan eretan atas, untuk tirus luar dan dalam dengan sudut yang besar, tidak dapat dilakukan dengan otomatis, dengan menggunakan rumus
sebagai berikut :
Rumus : Membuat tirus dengan eratan atas
 



Dimana :
 D = diameter besar
 d  = diameter kecil
 p  = panjang tirus
 


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6WNkzaq_OyP17j6RqLvnJwFTUe8bKW8vChQoQLOQQbQMsrcAlm5wuoL6Ofug4IBl8gOZ3l3iRkcjTWmwmM5PVKymqbbfolB2aRBCKK7FAMlIhCYJBiHeOdXfNXNCaIG7fwBokIMXNvcAf/s1600/mwsin+bubut2.jpg
Gambar 1.3 Membuat tirus dengan eretan atas







Setelah diketahui Tg a, maka besarnya sudut x dilihat pada daftar berikut ini:
Tabel 1.1 Pembuatan sudut tirus
X
Tg
X
Tg
X
Tg
X
Tg
X
Tg
X
Tg
X
Tg
X
Tg
X
Tg
1
20
11
194
21
383
31
600
41
869
51
1234
61
1804
71
2904
81
6313
2
38
12
212
22
404
32
624
42
900
52
1279
62
1880
72
3077
82
7115
3
52 i
13
230
23
424
33
649
43
932
53
1327
63
1962
73
3270
83
8114
4
70
14
249
24
445
34
674
44
965
54
1378
64
2050
74
3487
84
9814
5
87
15
267
25
466
35
700
45
1000
55
1428
65
2144
75
4010
85
1143
6
105
16
286
26
487
36
726
46
1035
56
1482
66
2246
76
4331
86
1430
7
122
17
305
27
509
37
753
47
1072
57
1540
67
2355
77
4704
87
J 908
8
140
18
324
28
531
38
781
48
1110
58
1600
68
2475
78
5144
88
2863
9
158
19
344
29
554
39
809
49
7750
59
1664
69
2605
79
5144
89
5729
10
178
20
364
30
577
40
839
50
1191
60
1732
70
2747
80
5671
90


                        Keterangan :
Angka Tg didalam table untuk :
X no 1 - 84 dalam per 1000 (/1000)
X no 85 - 89 dalam per 100 (/100)
         Menggeser kepala lepas bagian atas secara melintang, hanya untuk tirus luar


 
dengan sudut kecil dapat dilakukan dengan otomatis, dengan menggunakan rumus sebagai berikut:


Dimana:
P = panjang seluruh kerjaan
p = panjang tirus
D = diameter besar
d = diameter kecil
X = penggeseran dari kepala lepas
Ø  Menggunakan tapperattachment untuk tirus luar dan dalam dengan sudut kecil, dapat dilakukan dengan otomatis untuk menghitung besarnya sudut dengan rumus seperti cara pertama.
 


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiybhiGn3S779IximZ8yC-uYYG6sLEUOy2C6qtL8KLjOesezWVLDZjHn7w-mo96m6SQ58NKIwCnn0qcvhoF3U-KK3Z6KWRPMV_X4W6c2Fb1Qq0FSqL-E1BbQxQl6gqhzfXOcWlL_NUlylYo/s1600/mwsin+bubut6.jpg

Gambar 1.4 Pembuatan tirus dengan menggunakan tapperaltachments

Membubut Ulir
Pada umumnya bentuk ulir adalah segitiga atau V (ulir metrik dengan sudut 60° dan ulir withworth 55°), segi empat dan trapesium (sudut ulir 29°). Cara membubut ulir segitiga adalah sebagai berikut:                                    
1.                  Bubutlah diameter ulir.
2.                  Bubutlah alur pembebas sedalam atau lebih sedikit dari dalamnya ulir.
3.                  Pinggulah ujung dari benda kerja.
4.                  Serongkan eretan atas setengah dari sudut ulir yang akan dibuat dan pasanglah pahat ulir.
5.                  Ambillah mal ulir yang akan dibuat.
6.                  Tempatkanlah ujung pahat tegak lurus terhadap benda kerja.
7.                  Kencangkan baut-baut penjepit bila pahat sudah sama tinggi dengan senter dan lurus dengan benda kerja.
8.                  Tempatkan tuas-tuas pengatur transporter menurut table sesuai dengan banyaknya ulir yang akan dibuat.
9.              Masukkan roda gigi agar mesin jalannya secara ganda.
10.           Jalankan mesin dan kenakan ujung pahat sampai benda kerja tersentuh.
11.           Hentikan mesin dan tariklah eretan kekanan.
12.           Putarlah cincin pembagi, sehingga angka 0 segaris dengan angka 0 pada eretan lintang dan tidak merubah kedudukannya.                                               
 







Gambar 1.5 Urutan pembuatan ulir

13.           Majukan eretan lintang 3 garis pada cincin pembagi, maka pahat maju untuk penyayatan.
14.           Putar cincin pembagi sehingga angka 0 lagi dan eretan lintang tidak boleh bergerak.
15.           Jalankan mesin.
16.           Masukkan tua penghubung transporter pada waktu salah satu angka pada penunjuk ulir bertepatan dengan angka 0.
17.           Bila pahat sudah masuk pada pembebas, putarlah kembali eretan lintang sehingga pahat bebas dari benda kerja.
18.           Kembalikan eretan.
19.           Hentikan mesin.
20.           Periksalah jarak ulir dengan mal ulir yang sesuai dengan jumlah gangnya.
21.           Kembalikan ujung pahat pada kedudukan semula dengan memutar eretan lintang sehingga angka 0 segaris dengan angka 0 pada cincin pembagi.
22.           Majukan pahat ulir untuk penambahan penyayatan sebanyak 3 garis dengan memutar eretan atas.
23.           Kembalikan cincin pembagi pada angka 0 segaris dengan angka 0.
24.           Jalankan mesin.
25.           Hubungkan tuas penghubung bila ujung pahat sampai pada saat angka semula berhadap dengan angka 0.
26.           Lepaskan tuas penghubung bila ujung pahat sampai pada alur pembebas sambil eretan lintang kebelakang.
27.           Kembalikan eretan lintang pada kedudukan semula dengan tangan.
28.           Lakukan berulang-ulang seperti yang diterangkan dalam no. 21 s/d  27 sampai selesai.

Catatan :

Dengan memajukan pahat ulir oleh eretan lintang, maka mengurangi gesekan pahat. Untuk penghalusan pembuatan ulir, eretan lintang kita gerakan cukup dengan menambah 1 garis dari cincin pembagi dari kedudukan semula dan eretan atas tidak dirubah kedudukannya, sehingga penyayatan seluruh bidang dari ulir mendapat gesekan yang kecil. Lakukan hal ini 2 sampai 3 kali dengan menambah penyayatan sehingga hasil dari ulir akan bagus. Setiap memulai pembubutan harus menggunakan lonccng (thread dial) yaitu pada saat akan memulai pembubutan, jarum dengan angka yang telah ditentukan harus tepat bertemu, langsung handle otomatis dijalankan, bila sampai ulir, handle dilepas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar